Tanda Penyakit Difteri pada Anak yang Perlu Dikenali

Posted on

Tanda penyakit difteri pada anak yaitu: demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar di leher, badan lemas, dan apa lagi? Anda perlu tahu apa saja tanda-tanda penyakit ini agar lebih waspada. Perhatikan juga penyebab penyakit difteri yang harus dihindari dan cari tahu cara mencegah penyakit difteri.

Apa Itu Penyakit Difteri?

Difteri adalah penyakit yang bisa berakibat fatal yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini terutama menginfeksi selaput membran mukosa di hidung serta tenggorokan.

Infeksi bakteri bisa menular ke orang lain jika bersentuhan langsung. Penularan juga bisa melalui percikan air liur atau cairan pernapasan yang keluar dari batuk atau bersin penderitanya.

Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, penyakit difteri pada anak masih cukup sering terjadi. Penyebab utamanya adalah karena kurang tersedianya vaksinasi atau imunisasi difteri secara merata.

Apa Penyebab Penyakit Difteri pada Anak?

Seperti sudah disinggung, penyebab penyakit difteri adalah infeksi bakteri Corynebacterium diphtheria. Seorang anak bisa tertular bakteri ini apabila ia bermain atau berada di dekat anak/orang lain yang telah terinfeksi bakteri ini.

Penularan bakteri difteri bisa terjadi dalam tiga cara: pertama, melalui cairan pernapasan yang keluar dari batuk atau bersin; kedua, melalui sentuhan ke luka atau baju yang terkena luka dari penderitanya; ketiga, melalui benda, misalnya mainan atau handuk, yang terkontaminasi bakteri difteri.

Apa Tanda-Tanda Penyakit Difteri pada Anak?

Pada waktu bakteri difteri masuk dan menginfeksi selaput membran mukosa di hidung atau tenggorokan, bakteri lalu melepaskan toksin. Toksin itu yang kemudian menyebabkan gejala-gejala penyakit difteri.

Gejala dan tanda penyakit difteri antara lain: sakit tenggorokan, bengkak kelenjar di leher, demam, dan badan lemas. Satu ciri khas lagi dari penyakit ini adalah selaput tebal abu-abu yang ada di dalam hidung atau tenggorokan.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Difteri?

Cara terbaik untuk mencegah difteri adalah dengan memberikan vaksin difteri pada anak. Vaksin difteri diberikan secara gabung dengan vaksin untuk penyakit lain, yaitu tetanus dan pertusis.

Biasanya vaksin gabungan difteri dan tetanus (vaksin DT) diberikan bagi anak di bawah 7 tahun. Sedangkan vaksin gabungan difteri, pertusis, dan tetanus (vaksin DPT) diberikan bagi anak di atas 7 tahun.

Demikianlah artikel ini tentang penyakit difteri pada anak. Waspadailah jika ada tanda penyakit difteri pada anak Anda, segera tangani selagi masih awal.

Sumber: Deherba.com